17 July 2017

Wanita Ini Tewas Ditabrak dan Dilindas Mobil, Puluhan Orang Hanya Menonton, Miris!

Sungguh tragis, tak seorang pun yang peduli untuk mencoba menyelamatkan wanita yang mengalami kecelakaan ini setelah ditabrak mobil.

Wanita itu akhirnya tewas setelah dilindas mobil kedua. Sungguh memilukan.

Baru-baru ini, sepotong video berdurasi 1:31 menit kembali memicu ratapan publik terkait  “ketidakpedulian dan dinginnya perasaan manusia”.

Menurut kritikus terkemuka Feng Qing-yang, bahwa modal menjadi orang baik di Tiongkok itu sangat mahal, sementara orang-orang jahat tidak mendapatkan sanksi hukum yang semestinya.

Situs web Tiongkok “Shuizhuyu”, Rabu (7/6/2017) lalu memublikasikan sepotong video di internet.

Dalam video, seorang wanita berpakaian putih ditabrak sebuah taksi ketika berdiri dan akan menyebrang lewat zebra cross.

Namun, sopir tidak peduli. Ia pergi begitu saja.

Sementara banyak kendaraan lain maupun orang-orang yang lalu lalang saat kejadian, tapi, tak seorang pun yang peduli.

Selanjutnya, wanita naas itu kembali dilindas mobil lain dan tewas di tempat.

Media Tiongkok kemudian membuat catatan garis besar pada video tersebut. Mereka melihat ada sekitar 20an kendaraan lain yang lewat pasca wanita itu ditabrak pertama kali.

Terhitung  ada puluhan orang pejalan kaki yang memperlambat langkahnya ketika lewat. Sampai kemudian wanita naas itu dilindas mobil lagi untuk kedua kalinya.

Kemudian baru ada seorang perempuan berbaju hitam berjalan ke arah wanita naas itu. Rekaman video pun berakhir.

Belakangan diketahui lokasi kecelakaan itu di kawasan Zhumadian, Henan, Tiongkok.

Menurut keterangan kantor polisi distrik Zhumadian, Provinsi Henan, Rabu (7/6/2017), wanita naas yang dilindas mobi itu telah tewas, dan sopirnya juga telah berhasil ditangkap.

Ketidakpedulian orang-orang yang lalu lalang seperti tampak dalam video terkait kembali mengingatkan orang-orang dengan kasus yang dialami Xiao Yue-yue di Foshan, Guangdong, 13 Oktober 2013 silam.

Ratapan netter seperti dikutip situs web “Shuizhuyu” mengatakan, “Sungguh menyedihkan melihat video itu, mata saya berkaca-kaca, dan rasanya tidak punya energi lagi untuk marah. Ketidakpedulian dan dinginnya tatapan masyarakat membuat orang-orang kehilangan rasa aman, dan tidak ada lagi rasa aman, semuanya menjadi penakut. Dan tidak ada lagi hati nurani. Meski hanya 1:33 menit, tapi semenit dalam tayangan video itu  menginterpretasikan secara tepat apa itu Tiongkok.”

Apa yang menyebabkan orang-orang itu menjadi begitu dingin?

Dalam tulisannya, kritikus terkenal Feng Qing-yang memberikan komentar.  Hal yang paling menyedihkan dari peristiwa itu adalah, dari satu menit di awal pertama wanita itu ditabrak hingga dilindas lagi untuk kedua kalinya, ada lebih dari 10 kendaraan yang lewat dan sekitar 20 pejalan kaki, tapi tak seorang pun yang tergerak hatinya untuk menolong.

Hal ini mau tidak mau membuat kita merenung, dimana ketika ketidakpedulian ini menjadi pilihan sebagian besar orang-orang. Lantas siapa yang akan menolong anda ketika anda mengalami hal serupa?

Ketika mencela orang-orang yang cuek tidak peduli, harus diakui kalau di Tiongkok kerap terjadi kondisi seperti ini, yakni orang yang baik hati tapi tidak mendapatkan balasan yang baik.

Kritikus ini mengutip pesan dari salah seorang netizen, “Ada yang terluka parah dan cedera serius karena berani membela kebenaran, sementara hidupnya sendiri memprihatinkan. Di satu sisi kehilangan kemampuan untuk bekerja, kehilangan satu-satunya sumber penghasilan. Di satu sisi harus menghadapi biaya pengobatan yang sangat besar, ibarat di depan ada harimau, belakang dikejar singa, benar-benar memaksa seseorang menuju ke jurang maut.”

Menurut Feng Qing-yang, dengan tidak adanya perlindungan sosial, biaya/modal untuk menjadi seorang ‘pahlawan’ itu sangat tinggi, jadi tidak heran kalau masyarakat seperti di Tiongkok ini menunjukkan sikap dingin dan tidak peduli.

Mereka yang berbuat baik harus membayarnya dengan harga yang tinggi, mereka yang melakukan kejahatan tidak mendapatkan hukuman yang semestinya.

Realitas dari lingkaran setan yang terus menerus membengkokkan dan mengasingkan nilai-nilai moral masyarakat.

Peristiwa tentang  “orang yang baik tidak mendapatkan balasan baik” itu kerap terjadi. Berikut beberapa contoh aktualnya.

20 Mei 2017, seorang dokter di Qingyuan County, Zhejiang, kemalingan sebesar 8,000 yuan (sekitar Rp.16 juta) ketika sedang menyelamatkan seorang pria epilepsi mendadak.

19 Maret 2017 di Zhangpu County, Fujian, seorang warga bermarga Lan mengejar seorang pencuri ayam, tapi naas bagi si pencuri itu, ia tewas terjatuh karena panik saat dikejar.

Akibat peristiwa itu, pria bermarga Lan ini pun ditangkap dengan dakwaan menyebabkan kematian pada korban karena kecerobohannya.

Selamat Datang di channel media online Multi Media Visual, Yang mana merupakan salah satu media online berita terbaru. Semua berita Ini disajikan secara kreatif yang bersifat menghibur, Selamat Menyaksikan..!!!

Jangan Lupa Klik Subscribe / Berlangganan & Like Untuk Mendapatkan Video Terbaru:
Youtube: https://www.youtube.com/channel/UClI65dHBHSrYDV4dMRIuACw
- Blogspot: https://multi-video.blogspot.co.id/
- Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?id=100016286588552
Sumber Video: https://youtu.be/e5K30wUcAhg

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.